“The internet is like a huge city. There are some streets where the
whole family feels comfortable and other streets where you probably
would not want to take your children”
(Joseph R. Dominick)
Apa itu komputer?
Era
modern membawa kita hidup dengan segala kemudahan. Komputerisasi dan
Digitalisasi saat ini menjadi poin penting dan bertanggung jawab atas
segala kemudahan yang kita rasakan. Ketika berada di kantor kita tidak
perlu lagi membuat data secara manual, karena di depan kita sudah
tersaji Personal Computer (PC), dimana mayoritas data pekerjaan kita ada
disana. Kita juga seringkali gusar ketika komputer kita tidak bekerja
sesuai dengan apa yang diharapkan, kemungkinan terkena virus atau juga
kerusakan pada software maupun hardwarenya. Hal tersebut sangat
menghambat pekerjaan. Lalu apa arti komputer sebenarnya? Mengapa saat
ini kita merasa sangat tergantung dengan benda ini?
Berdasarkan
sejarahnya Chris Roberts[1] mengatakan bahwa komputer digunakan untuk
menyelesaikan perhitungan matematika. Oleh karena itu pada awal
kemunculannya kalkulator disebut sebagai komputer. Menurut Hamacher,
komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat
menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan
program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa
informasi[2]. Komputer pun berkembang dari hanya berupa alat permbuat
kode rahasia bernama ENIGMA, yang hanya bisa mengerjakan satu tugas
saja. Lalu pada tahun 1975 muncul MITS Altair 8800 yang merupakan
komputer mikro pertama yang dijual umum. Komputer ini sudah terpasang
bahasa pemrograman BASIC. Tahun 1976 lahirlah Cray I yang disebut
sebagai supercomputer, karena merupakan komputer yang paling canggih.
Istilah
Personal Computer (PC) muncul pada tahun 1977 sejak Apple memproduksi
Apple II Commodore PET. Lalu pada tahun 1982 Compac memperkenalkan
komputer portabel, mobile computer pertama merupakan cikal bakal
notebook yang sekarang menjadi populer. Tahun 1984 Apple memproduksi
komputer Macintosh, dengan menggunakan tampilan grafik (Grpahical User
Interface (GUI)). Lalu era teknologi membawa komputer berkembang sangat
pesat hingga kini. Personal Computer menjadi sangat canggih,
memanjakan penggunanya dengan pertambahan fitur-fitur software dan
hardware yang terus mengalami inovasi ke arah kemajuan dan semakin
memudahkan.
Selain notebook, kini ada netbook, perangkat komputer
nirkabel yang lebih kecil dari notebook, sehingga memudahkan
penggunanya untuk bekerja secara lebih mobile dan juga bisa mengakses
internet. Ada lagi komputer dalam genggaman seperti PDA (Personal
Digital Assistant), yang merupakan alat elektronik nirkabel menyerupai
handphone yang banyak digunakan sebagai alat pengorganisir kegiatan
pribadi. Lalu muncul Blackberry pada tahun 1997 yang diperkenalkan oleh
perusahaan kanada Research In Motion (RIM). Sedangkan di Indonesia
sendiri Blackberry baru diperkenalkan pada tahun 2004 melalui operator
Indosat dan Starhub. Karena fitur-fiturnya yang lengkap, mulai tahun
2008 hingga kini Blackberry menjadi sangat populer dikalangan remaja
dan eksekutif muda bahkan mencakup ke segala usia.
Internet dan Pengaruhnya
Tiga
situs yang paling diakses anak-anak dan remaja berusia 18 tahun ke
bawah di Internet adalah Youtube, Google, dan Facebook. Parahnya kata
kunci yang sering sekali dicari adalah “porn” dan “seks”. Itulah temuan
yang didapat oleh perusahaan penyedia solusi keamanan Norton sepanjang
tahun 2009[3].
Kasus hilangnya Marietta Nova Triani atau Nova,
Gadis berusia 14 tahun asal Sidoarjo, Jawa Timur, itu ditemukan di
Tangerang, Banten, beberapa waktu dibawa kabur seorang lelaki yang
dikenalnya melalui Facebook. Kasus Nova bukan satu-satunya kasus
penculikan anak melalui status jejaring sosial terpopuler di Indonesia
itu. Nasib yang sama juga menimpa Stefani Abelina Tiur Napitupulu (14)
asal Surabaya serta Sylvia Russarina (23) yang berdomisili di Semarang.
Yang mengerikan ialah hilangnya anak-anak gadis itu diiringi dugaan
telah terjadi pelecehan seksual atau tindak pencabulan[4]
Penipuan
yang terjadi lewat internet sangat gencar diperbicarakan oleh banyak
pihak, terutama menyoroti banyaknya korban yang tertipu oleh para
penipu di internet. Biasanya para penipu tersebut disebut dengan hacker
yang mana tujuannya untuk menipu, merusak, dan mencuri dokumen-dokumen
penting personal maupun perusahaan lewat internet[5]. Biasanya pelaku
mengirimkan melalui email dengan alasan telah memenangkan hadiah
terhadap suatu produk barang tertentu. Namun yang terjadi adalah pelaku
mencuri data dan melakukan tindakan kriminal lain.
Kecanduan
merupakan dampak yang juga membahayakan dari internet. Seorang gamer
online misalnya, tidak akan terasa berada di depan komputer memainkan
game yang ia sukai sampai satu hari penuh tanpa berhenti sekalipun. Ia
merasa ada yang kurang bila sejam saja tidak dihabiskan waktunya untuk
memainkan game kesayangannya. Ada imajinasi yang membuatnya terus
memikirkan dunia yang ia tafsirkan sendiri tersebut. Permainan Gun
Bound atau Ragnarok Online misalnya, yang popular di Indonesia pada
tahun 2003an. Membuat penggemarnya terus mencari cara untuk membentuk
dan mengupgrade avatar yang dipunyainya. Hingga beberapa teman pada
waktu itu membeli kelengkapan avatar pada permainan gunbound dengan
uang diatas satu juta rupiah, bahkan ada yang menukarkan motornya hanya
untuk sebuah kenaikan level dalam permainan[6].
Empat kasus
tersebut membuat kita berpikir apakah sedemikian burukkah dampak
internet terhadap penggunanya. Mengapa harus ada internet? Perubahan
apa saja yang sudah diperbuat oleh internet hingga masyarakat kini
seakan berhati-hati terhadapnya?
Internet menurut Dominick (2009 :
277) adalah sebuah jaringan dari jaringan-jaringan komputer. Berarti
bahwa adanya sebuah sistem yang menggabungkan satu komputer dengan satu
komputer server yang memungkinkan terjadinya komunikasi dan pertemuan
di seluruh dunia melalui jaringan ini. Sebelum internet muncul ada
sebuah sistem yang dikenal dengan nama Arpanet, merupakan sebuah
jaringan yang dibuat untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer
lainnya dan menggunakan internet protocol packet. Sistem ini digunakan
oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk mengontrol serangan
nuklir pada tahun 1970.
Ada tiga masa perkembangan internet,
pertama lahirnya World Wide Web (WWW) pada tahun 1990. Program ini
memungkinkan adanya sebuah halaman yang terdiri dari hypertext, yaitu
sebuah gabungan dari teks, grafik dan komponen navigational tools dalam
sebuah dokumen elektronik yang termuat di halaman web. Perkembangan
kedua adalah diciptakannya browser yang dinamakan Mosaic pada tahun
1993, sesuatu yang memudahkan kita untuk berselancar di web. Setelah
itu pada tahun 1994 pengembang dari mosaic kemudian membentuk
perusahaan komersial yang bernama Netscape. Lalu Microsoft ikut
bersaing dengan memproduksi Internet Explorer. Setelah itu muncul juga
Mozilla Corporation yang mengeluarkan Mozilla Firefox yang kini sudah
sampai versi Mozilla Firefox 3.1.9.3. Perkembangan yang ketiga adalah
search engine, sebuah utilitas yang bisa membaca dan mencari data dan
informasi yang dibutuhkan berdasarkan kriteria dari pengguna internet.
Search engine yang kita kenal saat ini adalah google dan yahoo!.
Menurut
Dominick ada lima hal yang biasanya dilakukan orang dengan menggunakan
internet, yaitu, berkirim email, mencari berita terbaru, membeli
sesuatu, membayar tagihan, dan mengirim pesan. Lalu 40 persen orang
online biasanya sambil menonton televisi, dan 23 persen mendengarkan
radio. Lalu perkembangan Web 2.0 memungkinkan seseorang untuk blogging,
bertukar video, sosial networking, bermain permainan online, dan
banyak kegiatan lain yang mungkin akan berkembang. Seperti saat ini di
Indonesia sedang maraknya berkomunikasi melalui Facebook, mengupdate
status melalui twitter dan juga chatting melalui yahoo messengger.
Empat
kasus yang telah dikemukakan pada awal pembahasan mengenai internet di
atas merupakan dampak buruk dari sebuah penggunaan internet di
Indonesia. Kemudahan dari hasil perkembangan teknologi salah satunya
adalah menyebabkan situs-situs di internet begitu mudah diakses tanpa
batas. Kita hanya dengan mengetik sesuatu pada search engine lalu muncul
banyak tafsiran yang bisa kita pilih bahkan tanpa kontrol. Inilah
celah kosong yang bisa menjadi bumerang bagi pertemuan teknologi
khususnya internet dengan masyarakat. Joseph R. Dominick mengemukakan
lima implikasi sosial dari internet,
Pertama, munculnya model
baru berita. Media konvensional seperti televisi, majalah, koran dll
menyajikan berita dengan menggunakan pola berpikir jurnalistik
tradisional, dimana keputusan atas berita yang layak terbit atau tidak,
ada di tangan editor maupun produser. Namun itu tidak berlaku pada
berita di New Media seperti Internet, yang menyajikan berita apa adanya
secara sangat subjektif tanpa adanya sentuhan dari tangan kedua.
Sehingga berita dalam New Media bisa menjadi check and balance dari
berita di media konvensional. Berita di internet juga merupakan hasil
interpretasi dari subjek pembuat berita yang seringkali memasukkan
unsur subjektifitas seperti opini dalam sebuah topik berita, yang
terkadang kebenarannya masih perlu dibuktikan lebih lanjut.
Kedua,
tidak adanya gate keepers yang menyaring informasi. Coba bayangkan
bila media-media konvensional tidak ada seseorang atau institusi yang
bertanggungjawab terhadap arus informasi yang keluar. Bahwa pasti arus
informasi akan menjadi liar dan tidak bertanggungjawab. Itulah yang
terjadi di dalam internet. Informasi sangat banyak bahkan terlalu
banyak hingga setiap informasi menjadi sangat bebas dan tidak jelas
maksut dan siapa pengirimnya. Lalu kemudian ketidakadaan gatekeepers
berarti tidak ada sensor. Contohnya pada situs www.kaskus.us pada forum
klub debat, dimana setiap orang bebas menyuarakan opininya yang
seringkali menyerang bahkan menyudutkan ras dan agama tertentu. Kalau
sudah seperti ini informasi yang ada bahkan bisa saja menyesatkan
karena tidak adanya kontrol.
Ketiga, terlalu penuhnnya informasi.
Dominick menganalogikan internet sebagai sebuah kota besar, dimana
kita dapat berkomunikasi dengan banyak orang tanpa tatap muka secara
langsung dan bertukar informasi tanpa batas. Terlalu banyaknya
informasi di internet kadang membuat kita harus membatasi pencarian
kita di search engine dengan mode safe search, agar pencarian kita
tidak melebar bahkan tidak menyerempet ke arah porno. Ini merupakan
celah besar yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak dalam mengakses
pornografi di internet. Sebuah dampak dari penuhnya informasi tanpa
batas yang dapat dimanfaatkan secara negatif oleh pengguna internet.
Keempat,
perhatian terhadap masalah pribadi. Internet mebuat orang terbuka
terhadap masalah pribadinya. Nomor telpon, tanggal lahir, umur, alamat
rumah, bahkan status perkawinan seseorang dengan sangat mudah berada di
internet. Dahulu ketika internet masih belum ada ataupun populer di
Indonesia, kita merasa sangat enggan sharing mengenai umur dan alamat
rumah ke orang baru. Namun internet membuat kita menggeser budaya itu
sedikit demi sedikit hingga tidak ada lagi yang dinamakan tabu. Saat
ini banyak tersebarnya foto-foto pribadi hubungan intim seseorang
dengan pasangannya dapat dengan mudah didapatkan di situs-situs seperti
facebook lalu dishare secara bebas melalui www.krucil.com, dimana
semua orang dapat melihat itu tanpa batasan. Sehingga kasus-kasus
seperti penculikan melalui facebook dan juga penipuan-penipuan lainnya
merupakan dampak dari minimnya perhatian terhadap hal-hal yang bersifat
pribadi.
Kelima, Penghindaran dan isolasi. Internet membuat
orang rela berjam-jam berselancar untuk berkirim email, online chating,
bermain game, belanja online, dan juga cybersex. Kegiatan-kegiatan
tersebut dapat menyebabkan seseorang menjadi kecanduan internet, dimana
internet disamakan dengan kcenaduan drugs dan alkohol. Setelah
kecanduan, seseorang biasanya akan merasa ada yang kurang bila tidak
online dan melakukan hal yang biasa dilakukan. Saat ini bila kita
perhatikan di sekeliling kita, bila melihat seseorang sendiri, mereka
biasanya membuka handphone mereka atau Blackberry yang sedang booming
disini untuk sekedar menyapa temannya lewat Yahoo Messenger ataupun
update status via facebook atau twitter, mereka terkadang tersenyum
sendiri menatap layar benda dalam genggamannya. Yang sangat berbahaya
dari fenomena ini adalah bila kegiatan tersebut mengganggu waktu
bekerja. Bahkan untuk menyikapi hal ini beberapa kantor menonaktifkan
situs facebook dan twitter pada jaringan kantor mereka. Namun karena
kecanduan, para pekerja sudah siap membawa Blackberry mereka dan bisa
tetap online waktu bekerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar